Biaya pembuatan robot ini tergolong murah karena memakai teknologi 3D printing dalam pembuatan komponen struktural utama. Rumah panel USG dan komponen elektronik lain didesain tahan air. Total biaya yang dikeluarkan sekitar US$ 600, atau sekitar Rp 7,2 juta, per unit.
Robot ini baterai lithium-ion dengan metode isi ulang, yang mampu bertahan selama 40 menit. Dimana versi selanjutnya dari robot ini ditargetkan bertahan 100 menit.
Karena fungsinya untuk memindai di dalam air, robot ini dirancang agar bisa berenang. Terdapat enam pompa yang dapat mengeluarkan air melalui tabung karet dan bergerak maju-mundur di dalam air.
Robot ini akan digunakan oleh pihak kemaritiman AS.
http://tekno.tempo.co/read/news/2015/10/03/061706053/ini-dia-robot-bola-bisa-endus-narkoba-anti-penyelundupan
No comments:
Post a Comment